Sejak kecil aku memiliki perasaan yang berlebihan pada semua perhiasan langit. Mulai dari awan hingga rembulan, semuanya mendapatkan perhatian tak wajar dariku. Namun yang paling kukagumi adalah pelangi. Aku selalu berpikir bahwa tiap bias warnanya memancarkan aura yang magis, dan aku menyukainya.
Saat aku baru saja bisa mengeja kata keluarga, Ayah menitipkanku pada Nenek. Semenjak itulah aku ada di kota ini. Kota kecil yang disebut orang sahabat matahari. Aku senang tinggal di sini. Setiap pagi embun bertengger di ujung daun randu dan berkilauan diterpa cahaya mentari. Sehabis hujan pun pelangi selalu terlihat. Membujur indah dari barat ke timur.



